By Admin, 7 Juni 2026

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) kembali mempublikasikan Catatan Tahunan (CATAHU) 2025 untuk memotret realitas keamanan perempuan di tanah air. Dokumen ini menjadi refleksi penting mengenai mendesaknya pembenahan sistemik, mulai dari pencegahan hingga penegakan hukum di pengadilan.
Rekor Tertinggi Jumlah Laporan dalam Sepuluh Tahun Terakhir
Statistik yang dihimpun Komnas Perempuan sepanjang tahun 2025 memperlihatkan angka yang mengkhawatirkan, dengan total akumulasi Kekerasan Berbasis Gender terhadap Perempuan (KBGtP) menyentuh 376.529 kasus. Jumlah ini menunjukkan adanya kenaikan signifikan sebesar 14,07% dari periode tahun sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi dalam periode 10 tahun.

Pergeseran Lanskap Kekerasan Didominasi Ranah Personal dan Ancaman Ruang Digital
Dilihat dari lokasi terjadinya tindak kekerasan, wilayah domestik atau personal menempati urutan pertama dengan kontribusi sebesar 89,76% atau setara dengan 337.961 kasus. Dari total 3.682 laporan yang masuk dan diverifikasi langsung oleh Komnas Perempuan, persentase kekerasan seksual menempati porsi terbesar yaitu 37,51%, diikuti kekerasan psikis 32,48%, kekerasan fisik 18,93%, dan kekerasan ekonomi 11,07%.

Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor, menegaskan bahwa CATAHU 2025 kembali menegaskan bahwa kekerasan berbasis gender terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius di berbagai ranah kehidupan. Pada saat yang sama, pelaporan kekerasan seksual dan kekerasan berbasis gender online terus meningkat, memperlihatkan perubahan lanskap kekerasan di tengah perkembangan sosial dan digital.